Arus Air Dibendung Awalnya Nyari Mayat Terbawa Arus Banjir, Warga Malah Nangkap Ikan Gunakan Tangan Kosong dan Jala
Connect with us

Peristiwa

Arus Air Dibendung Awalnya Nyari Mayat Terbawa Arus Banjir, Warga Malah Nangkap Ikan Gunakan Tangan Kosong dan Jala

Terbit

:

Jurnalsumut.com – Sambil menyelam minum air, pepatah ini layak disuguhkan kepada warga di Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar.

Pasalnya, disaat sibuk mencari korban hilang terbawa arus banjir di sungai Tanjung Pinggir pada Jumat (1/12) lalu, malah dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari ikan menggunakan tangan kosong dan jalan.

Pantauan kru Jurnalsumut.com, Rabu (6/12), sejak pagi, sungai Tanjung Pinggir, lokasi korban hanyut dibawa arus banjir dibendung oleh tim petugas pencari, yang terdiri dari Polsek Martoba, BPBD Siantar dan warga. Selain membendung arus sungai tersebut, tim petugas pencari juga menggunakan mesin diesel untuk menguras air dengan tujuan mencari korban hayut dibawa arus banjir.

Setelah Arus air dapat dihentikan dam kedalaman air menurun, tampak bermacam jenis dan besar ikan menggelepar. Saat itu warga mulai beramai-ramai menangkapi ikan dengan tangan kosong. Dan ikan yang ditangkap banyak jenisnya, yakni ikan Mas, Lele jumbo dan pora-pora.

Selanjutnya, dilokasi dimana jatihnya korban, tampak tim pencari dari warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari ikan menggunakan jala dengan berharap mayat korban ikut terjaring jala.

Dan hal ini menjadi menarik perhatian sejumlah pengguna jalan yang siang itu tengah melintas. Bahkan beberapa di antaranya sempat berhenti untuk mengabadikannya dengan kamera.

“Sejak duku sungai Tanjung Oinggir dikeenal banyak ikannya. Meski demikian, warga tidak.diperkenankan mencari ikan disungai itu. Kami juga terus menyadarkan warga agar tidak membuang sampah ke sungai. Sekarang bisa dilihat hasilnya, ikan disungai Tanjung Pinggir besar-besar, dan bisa dinikmati bersam-sama, karena dukunya disamping sungai itu dulunya kolam ikan”,  ujar pria marga Sinaga, warga ditemui dilokasi kejadian.

Sinaga yang ikut turun ke sungai, mengatakan ikan hasil tangkapan yang terkumpul akan dibagi rata dan sebagian warga ikan tersebut akan dijadikan tambol dilapo tuak yang akan dimakan bersama-sama.

“Pembagian sama rata ini untuk menghilangkan kecemburuan antar warga. Sebab, masing-masing warga memperoleh hasil yang berbeda. Nanti sore semua ikan hasil tangkapan akan dikumpulkan untuk dibagi adil” terangnya. (taman)

Berikan Komentar
Continue Reading
Click to comment

Berikan Komentar

BANYAK DIBACA