Miris! Konsumsi flakka bersama tantenya, bocah SD tewas
Connect with us

Peristiwa

Miris! Konsumsi flakka bersama tantenya, bocah SD tewas

Puluhan remaja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara alami gangguan mental setelah mengonsumsi flakka.

Terbit

:

Tiga puluh remaja mengalami gangguan mental dan kejang-kejang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Jurnalsumut.com – Sebanyak 30 remaja di Kota Kendari Sulawesi Tenggara mengalami gangguan mental dan kejang-kejang setelah diduga konsumsi narkoba jenis flaka, Rabu (13/9). Seorang diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Korban diketahui berinisial N (11), kelas enam Sekolah Dasar (SD). Dia dirawat setelah kejang-kejang dan semacam gangguan mental di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari sejak kemarin. Dokter menyatakan bahwa korban overdosis berat.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kendari, Muniarty, membenarkan informasi tentang seorang korban meninggal dunia. Dia memang menengarai korban mengonsumsi obat-obatan sejenis Flaka secara berlebihan.

“Efek obat menjadi sangat hebat sehingga bisa menyebabkan mabuk, bahkan bisa menyebabkan kematian bagi yang overdosis,” kata Muniarty, mengutip viva.co.id, Rabu (13/9).

Korban meninggal dunia itu, kata Muniarty, mengonsumsi obat-obatan terlarang bersama tantenya yang juga mengalami gangguan mental dan masih dirawat di Rumah Sakit Jiwa Kendari. Setelah mengonsumsi obat, korban pun tidak sadarkan diri dan dilarikan di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Sekarang kami masih mendalami mengapa obat tersebut diberikan dari tantenya ke korban. Tantenya sekarang belum sadar juga,” ujarnya.

Tiga puluh remaja mengalami gangguan mental dan kejang-kejang di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Mereka diduga habis mengonsumsi narkoba jenis baru bernama Flaka. Peristiwa itu awalnya terjadi kemarin namun para korban belum pulih hingga hari ini meski sudah dirawat di lima rumah sakit.

BNN sebenarnya belum memastikan penyebab para remaja kejang-kejang dan gangguan mental itu. Namun ditengarai gara-gara mengonsumsi Flaka.

“Bisa jadi narkoba jenis Flaka. Karena bahannya dicampur dari berbagai merek obat. Sama halnya Flaka yang campuran dari beberapa jenis narkoba. Kami masih menyelidiki peredaran narkoba Flaka tersebut,” kata Murniaty. (js/viva)

Berikan Komentar

BANYAK DIBACA