Hati-hati, jambret penunggang sepedamotor matic gentayangan di Siantar
Peristiwa

Hati-hati, jambret penunggang sepedamotor matic gentayangan di Siantar

Cewek ini takut mamaknya marah, soalnya HP yang dijambret masih kredit.

Korban saat ditemui di depan Mako Polres Siantar.

Jurnalsumut.com – Bagi wanita pengendara sepeda motor, tampaknya harus meningkatkan kewaspadaan. Sebab, jika kurang berhati-hati bisa jadi bernasib sama dengan Yolanda.

Wanita berusia 21 tahun yang merupakan mahasiswi di salah satu Universitas di Kota Pematangsiantar ini pada Rabu (13/9) sore menjadi korban aksi jambret yang mengendarai sepeda motor jenis matic.

Kejadian malang yang menimpa wanita asal Tiga Balata, Kabupaten Simalungun ini terjadi di Jalan Kartini, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat persisnya di depan SMP Negeri 4 depan Rumah Dinas (Rumdis) Danrem 022/PT. Saat itu, smartphone merk Oppo milinya pun lambai korban lambai tepat didepan SMP negeri 4, tepatnya didepan Rumdis Danrem 022/PT.

Keterangan yang diperoleh dari korban, kejadian bermula saat dirinya mengendarai sepeda motor Supra X dengan nomor polisi BK 4390 TAO menuju kampusnya. Bersama dua temannya, dia tak mengira bakal jadi korban jambret. Di tengah perjalanan dari arah kota dan tanpa disadarinya, dua orang penunggang sepeda motor jenis matic sudah mengintainya.

Srat! Seketika ponsel pintar miliknya langsung digenggam salah satu pelaku.

“Sampai di Jalan Kartini depan SMP 4, tiba-tiba HP dari tanganku dirampas sama dua orang yang menaiki (sepeda motor) matic. Mereka pakai helm bang, jadi kami gak bisa mengenali nya bg,” kenang gadis kulit putih ini, kepada Jurnalsumut.com di depan Mako Polres Siantar.

“Kami bertiga karna panik, tidak bisa mengenali ciri- ciri jambret itu bang. Yang kami tahu kedua orang itu menaiki kereta matic,” akunya.

Dikatakannya, HP yang dirampas tersebut belum ada sebulan menjadi miliknya dan masih dikredit oleh ibu korban. “Mampuslah aku kalau tahu mamak ku nanti, dimarahi lah aku. Kek mana lah ini,” imbuh Yolanda, sembari menampakkan mimik wajah cemas.

Masih kata Yolanda, dia mengurungkan niat membuat laporan Polisi, lantaran ketakutan peristiwa nantinya diketahui orangtuanya. “Takut aku bang, nanti tahulah mamakku,” tandasnya. (ari)

Berikan Komentar
Click to comment

Berikan Komentar

To Top