Dituding "Peti Es kan" Surat KASN Atas Laporan KPASN Siantar, Eliakim Berang 
Connect with us

Pematangsiantar

Dituding “Peti Es kan” Surat KASN Atas Laporan KPASN Siantar, Eliakim Berang 

Terbit

:

Jurnalsumut.com – Dituding suka “Peti Es kan” surat masuk, Mantan Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Eliakim Simanjuntak berang dan bantah tudingan Komisj Peduli Aperatur Sipil Negara (KPASN) Kota Pematangsiantar tersebut.

Kepada Jurnalsumut.com, Kamis (11/1), Politisi Demokrat berkepala plontos itu mengatakan semua surat masuk ke DPRD, itu kan berupa pemberitahuannya sama kita itu. Lagian bukan kita yang mengeksekusi soal masalah bagaimana pelaksanaannya itu.

Yang aslinya, sambung Eliakim, diatas surat itu dikatakan bahwa  surat ditujukan kepada Walikota, ya sama kita datang hanya tembusan (pemberitahuan). Artinya, sama kita surat itu berupa pemberitahuan bukan kita yang mengeksekusi.

“DPRD bukan eksekutor. Mana pernah, tunjukan dan buktikan, dimana saya arsipkan. Kecuali surat itu tidak saya laporkan ke Sekretariat, saya pegang-pegang dan saya bawa kerumah saya atau saya hilangkan, baru itu. Kalau surat itu kan disitu, semua suratkan diarsipkan ke Sekretariat, bukan ada dikantor Ketua DPRD. Jadi surat itu di Sekretariat, kan nampak surat itu. Lihat tanggalnya, kapan saya serahkan surat itu,” ucapnya kesal.

Jadi, sambungnya, jangan asal bilang aja, asal tuduh aja. Untuk apa saya sembunyikan surat itu. Apa keperluan buat saya itu, gak benar itu, makanya asal buat-buat tuduhan.

Dan lagian surat itukan bukan harus kita proses. Surat bukan semua diproses, kan bentuknya pemberitahuannya itu, ya pemberitahuan ya disini, ya sudah. Tapi kecuali ada pemberitahuan kami ke KASN, tapi tidak diberitahukan ke semua, baru aaya sembunyikan.

Ayo kita lihat tanggalnya berapa, kau lihat tanggalnya. Ya itulah, buktinya kok ada surat itu, dan surat itu kalau hilang, barulah latanya saya hilangkan, ini kan di Sekretariat

Lagi pula soal surat yang dibilangnya itu kan soal pemberitahuan kepada kita, bukan kami rapatkan itu. Buktinya lihat, sudah kau lihat, ayo kita lihat,” ujar Eliakim sambil mengajak wartawan untuk melihat surat KASN tersebut

Tapi kecuali ada surat, dibawanya surat “ini ada surat kami, ditanya Sekretariat, oh gak ada bah surat itu masuk sama kami, dilihat ekspedisi ada masuk surat itu, ditanya mana surat itu sama ketua, gak turun sama Sekretariat baru salah. Surat itu dari pimpinan baru turun ke Sekretariat, buktinya surat itu diturunkan. Tapi kecuali disimpan diaini (diruangan kerja Ketua) baru saya salah. Tapi ini kan adanya surat itu.

Soal siapa yang mau menanyakan, silahkan tanyakan Sekretariat, dimana oh sama Ketua. Sampai saat ini surat itu bekum turun dari meja ketua baru saya salah. Janganlah membuat pembicaraan yang tidak baguslah.

Surat itu ditujukan ke Walikota, tembusannya, ke DPRD. Dan semua surat-surat emang diarsipkan ke Sekretariat. Surat itu tidak ada dimeja pimpinan, satu biji pun tidak ada aurat dimejaku disimpan.

Artinya surat diarsipkan itu bisa disimpan, bisa dipakai dan ditindak lanjutin, bukan. Coba lihat surat ditujukan kewalikota, kita hanya tembusan. Ini bukan tandatangan aku, dan surat ini bukan untuk ditindak lanjutin, dan dibicaraka , surat pemberitahuannya ini.

Surat kepada si Hendriknya ini, kalian lihatnya ini. Jadi kalau datang surat orang itu langsung kita tindak lanjutin. Kan ini meteka bermohonnya, kita lihat mereka ini membikin surat kepada Meneri Dalam Negeri dan lain-lain. Jadi kita lihatlah keputusan Menteri Dalam Negeri, karena instansi ini nya yang tertinggi apa keputisannya, baru kita kawal keputusannya itu. Sampai sekarang tidak ada keputisan Menteri Dalam Negeri sama kita.

Kepada walikotanya ini,  bukan kepada kita. Jadi jangan asal dibilangin. Jadi inipun aku tak tahu arsip siapa ini, Mangatas punya nya ini. Sudah Mangatas ini, bukan aku lagi ini. (taman/js)

Berikan Komentar
Continue Reading
Click to comment

Berikan Komentar

BANYAK DIBACA

error: