Di Siantar trotoar untuk jualan, bukan hak pengguna jalan
Connect with us

Pematangsiantar

Di Siantar trotoar untuk jualan, bukan hak pengguna jalan

Trotoar dijadikan tempat mencari rezeki para PKL dan seolah mendapat pembiaran dari pihak terkait.

Terbit

:

Kondisi trotoar digunakan pedagang.

Jurnalsumut.com – Trotoar yang menjadi hak pejalan kaki yang disulap menjadi lapak berjualan para pedagang kaki lima (PKL) bukan hal baru lagi.

Seperti di Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, trotoar dijadikan tempat mencari rezeki para PKL dan seolah mendapat pembiaran dari pihak terkait.

Pemko pun seakan tak mampu mengatasi fenomena bisnis menengah ke bawah ini. Sebelumnya Pemko Siantar pernah melakukan penertiban, namun karena ringannya hukuman yang diberikan membuat pedagang kembali dengan leluasa memakai trotoar untuk berjualan, bahkan sampai ke badan jalan.

Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pematangsiantar, Robert Samosir tidak menyangkal tiga dinas terkait pernah terjun ke lokasi tersebut. Terang Kepala Satpol PP ini, ketiga Dinas adalah Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP sendiri.

“Bukan menertibkan, tapi mereka memberi batas garis bagi pedagang dan parkir, ” katanya kepada Jurnalsumut.com, Rabu (13/9) sekira pukul 12.30 WIB.

“Jadi mereka membolehkan kalau pedagang memakai trotoar tersebut untuk berjualan,” ucapnya.

Tanpa menjelaskan aturan yang jelas, Robert melanjutkan tidak akan ada relokasi buat pedagang. Padahal, sudah jelas- jelas menghilangkan hak pejalan kaki.

“Tidak akan ada relokasi untuk mereka (pedagang), cuma mereka sudah di kasih batas sampai mana mereka bisa berdagang. Sampai ke badan jalan, cuma ada batasnya,” tutupnya. (ari)

Berikan Komentar

BANYAK DIBACA