Soal trotoar hak pengguna jalan "digarap" PKL, ini jawaban Kakan Satpol PP Siantar
Pematangsiantar

Soal trotoar hak pengguna jalan “digarap” PKL, ini jawaban Kakan Satpol PP Siantar

Kasatpol PP Kota Pematangsiantar, Drs Robert Samosir.

Jurnalsumut.com – Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Pematangsiantar, Drs Robert Samosir bantah pengakuan seorang pedagang bernama Nisa (25), yang mengaku membuka lapak pedagang membayar iuran untuk berdagang di trotoar, setiap harinya sebesar Rp 1.500.

Dengan tegas, Robert Samosir membantah pengakuan pedagang tersebut. “Yang dipungut bukan iuran, melainkan retribusi kebersihan ruang terbuka,” tandasnya, Selasa (12/9).

Sambungnya, kewenangan untuk menagih retribusi tersebut adalah Dinas Lingkungan Hidup dan pungutan retribusi harus dilengkapi dengan karcis retribusi yang dicetak oleh Pemerintah kota Pematangsiantar,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, trotoar di kawasan Jalan Ade Irma, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar ‘dikuasai’ pedagang kaki lima (PKL).

Menurut pengakuan seorang pedagang bernama Nisa (25) di sana, mengaku membuka lapak di tempat itu karena mengaku membayar iuran setiap harinya sebesar Rp 1.500 agar menempati trotoar itu untuk berdagang. (ari)

Berikan Komentar
Click to comment

Berikan Komentar

To Top